Kalau ada orang yang bilang nasib manusia bisa berubah, dulu saya cuma bisa hanya menghela napas sambil mengusap keringat di jidat. Bayangkan saja, hampir sepuluh tahun lamanya saya melakoni profesi sebagai tukang las keliling panggilan di sudut-sudut kota Surabaya. Setiap hari kulit saya bersinggungan dengan percikan api, menghirup asap besi, d… Read More


Kalau ada orang yang bilang nasib manusia bisa berubah, dulu saya cuma bisa tersenyum kecut sambil mengusap keringat di jidat. Bayangkan saja, hampir sepuluh tahun lamanya saya melakoni profesi sebagai tukang las keliling panggilan di sudut-sudut kota Surabaya. Setiap hari kulit saya bersinggungan dengan percikan api, menghirup asap besi, dan me… Read More


Kalau ada orang yang bilang hidup ini berputar seperti roda, dulu saya cuma bisa hanya menghela napas sambil mengusap keringat di jidat. Bayangkan saja, hampir sepuluh tahun lamanya saya melakoni profesi sebagai buruh las keliling di sudut-sudut kota Surabaya. Setiap hari kulit saya bersinggungan dengan percikan api, menghirup asap besi, dan mem… Read More


Kalau ada orang yang bilang hidup ini berputar seperti roda, dulu saya cuma bisa tersenyum kecut sambil mengusap keringat di jidat. Bayangkan saja, hampir sepuluh tahun lamanya saya melakoni profesi sebagai buruh las keliling di sudut-sudut kota Surabaya. Setiap hari kulit saya bersinggungan dengan percikan api, menghirup asap besi, dan memikul … Read More


Kalau ada orang yang bilang nasib manusia bisa berubah, dulu saya cuma bisa tersenyum kecut sambil mengusap keringat di jidat. Bayangkan saja, hampir sepuluh tahun lamanya saya melakoni profesi sebagai tukang las tralis keliling di sudut-sudut kota Surabaya. Setiap hari kulit saya bersinggungan dengan percikan api, menghirup asap besi, dan memik… Read More